Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia

imagesSEJARAH BANK MANDIRI

Bank mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Persaingan perbankan di Indonesia pada saat ini memang sangat ketat, dari tawaran bunga sampai hadiah dari tabungan, tapi di samping itu kita juga harus melihat sosok bank yang akan kita percaya untuk modal pinjaman atau tabungan, dan itu sebabnya Anda harus memilih Bank Mandiri, karena dijamin tabungan Anda akan aman, dan Anda tidak perlu was – was menitipkan uang Anda disini.

Alasan Kenapa Anda Harus Percaya Bank Mandiri

Hingga desember tahun 2011, aset keuangan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp. 551,9 Triliun dari sebelumnya tahun 2006 hanya Rp. 267 Triliun, aset keuangan Bank Mandiri mengalami peningkatan yang cukup pesat selama 5 tahun. Dengan bukti ini kita tidak perlu takut kalau Bank Mandiri akan pailit/rugi, karena Bank Mandiri adalah bank terbesar dan terbaik di Indonesia saat ini.

Saat ini Bank Mandiri telah melakukan transformasi lanjutan. Dimana dalam tahapan (program) ini Bank Mandiri melakukan perbaikan yang sesuai dengan visi sebagai “Lembaga keuangan Indonesia yang paling di kagumi dan selalu Progresif” dengan target kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia dan juga berambisi menjadi 5 besar Bank di ASEAN pada tahun 2014.

Sebagian Layanan Tabungan Bank Mandiri

Tabungan Mandiri

Tabungan adalah layanan yang diberikan dari Bank Mandiri untuk per-arangan. Dengan bermodalkan Rp.500.000-, Anda sudah bisa mendapatkan rekening Mandiri Tabungan dan menikmati layanan – layanan yang memudahkan Anda bertransaksi diantaranya yaitu Mandiri Debit yang berfungsi sebagai kartu ATM dan kartu debit yang bisa Anda gunakan untuk berbelanja serta melakukan pembayaran lainnya di mechant – merchant yang berlogo VISA. (berlaku dalam Negeri ataupun Luar Negeri).

Mandiri Tabungan Haji

Tabungan ini merupakan persyaratan wajib yang di canangkan oleh Kementrian Agama untuk calon jamaah Haji Andabisa dengan mudah mempersiapkan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji Anda.

Inilah salah satu info layanan Bank Mandiri untuk mempermudah Anda dalam melakukan transaksi keuangan.

SEPEDA MOTOR BEBEK INJEKSI KENCANG DAN IRIT JUPITER Z1

kontes seo kompetition http://www.yamaha-motor.co.id SEPEDA MOTOR BEBEK INJEKSI KENCANG DAN IRIT JUPITER Z1
Add Image Yamaha SEO Competition

Lihat juga videonya. .

http://youtu.be/v9MHMyYhJhc

Dimensi            Px T ( mm )                         : 1.935 x 680 x 1.065

Jarak Sumbu Roda          :1.240 mm

Jarak Terendah Ke Tanah : 150 mm

Tinggi Tempat Duduk     : 765 mm

Berat                                    : 102 kg

Kapasitas Tangki Bensin    : 4,1 liter

MESIN               Tipe Mesin                         : 4 Langkah, 2 valve SOHC, Berpendingin Udara

Jumlah/ Posisi Silinder   : Silinder Tunggal / Mendatar

Volume Silinder               : 113,7 cc

Diameter  x Langkah      : 50,0 mm x 57,9 mm

Perbandingan Kompresi 9,3:1

Daya Maksumum            : 10,06 PS ( 7,4 kw ) / 7.750 rpm

Torsi Maksimum              : 9,9 Nm ( 1,01 kgf.m ) / 6.500 rpm

Sistem Starter                   : Elektric Starter dan Kick Starter

Sistem Pelumasan          : Basah

Kapasitas Oli Mesin        : Total : 1 Liter / Penggantian Berkala : 0,8 Liter

System Bahan Bakar      : Fuel Injection System ( FI )

Tipe Kopling                       : Basah, Sentrifugal, Multiplat

Tipe Transmisi                   : Rotary, 4 Kecepatan ( N-1-2-3-4-N )

RANGKA          Tipe Rangka                       : Steel Tube Underbone

Suspensi Depan               : Teleskopik

Suspensi Belakang          : Lengan Ayun Suspensi Ganda

Ban Depan                         : 70 / 90 – 17MC 38P

Ban Belakang                    : 80 / 90 – 17 MC 44P

Rem Depan                        : Cakram Hidrolik Piston Tunggal

Rem Belakang                   : Tromol

KELISTRIKAN  Sistem Pengapian           : TCI ( Transistor Control Ignition )

Battery                                : YTZ4V / GTZ4V ( MF Battery 3Ah )

Tipe Busi                             : NGK – CR6HSA

SETYAWAN

HP. 085740946447

ALMT : Desa. GETAS RT/RW 003/003 Kec.Kradenan Kab. Blora ( JATENG )

Kode Pos : 58383

RPP BULU TANGKIS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

BULU TANGKIS

 

Dosen Pembimbing:

Drs. Restu Tjatur Putra, M.Or

 

 

 

 

 

Di susun oleh :

Setyawan ( 09.1.01.09.0451 )

 

 

 

 

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah               : SMA NEGERI 1 KEDIRI

Mata Pelajaran              : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelas/Semester             : X / 1

Standar Kompetensi    :1.Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Kompetensi Dasar       :1.2.Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**).

Indikator                      :

  1. Menjelaskan teknik dasar servis pada permainan bulu tangkis.
  2. Menjelaskan teknik dasar smash pada permainan bulu tangkis.
  3. Menjelaskan teknik dasar underhand pada permainan bulu tangkis.

Alokasi Waktu              : 2 x 45 menit ( 1 kali pertemuan ).

A.           Tujuan Pembelajaran

– Siswa dapat mengerti teknik dasar servis pada permainan bulu tangkis.

– Siswa dapat mengerti teknik dasar smash pada permainan bulu tangkis.

– Siswa dapat mengerti teknik dasar underhand pada permainan bulu tangkis.

B.           Materi Pembelajaran

         Permainan Bulutangkis

  1. Teknik dasar servis pada permainan bulu tangkis.
  2. Teknik dasar smash pada permainan bulu tangkis.
  3. Teknik dasar underhand pada permainan bulu tangkis.

 

 C.           Metode Pembelajaran

– Ceramah

– Demontrasi

D.           Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan ke 1

1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  • Berdoa, presensi, apersepsi, motivasi dan penjelasan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti (60 menit)

  • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar servis pada permainan bulu tangkis.
  • Penjelasan cara melakukan latihan teknik dasar smash pada permainan bulutangkis.
  • Penjelasan teknik dasar underhand pada permainan bulu tangkis.
  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  • Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah dipelajari.
  • Berdoa.
  1. E.            Alat dan Sumber Belajar
  2. 1.       Alat Pembelajaran :
  • Papan tulis
  • Spidol
  • Raket bulu tangkis
  • Shuttlecock
  1. 2.       Sumber Pembelajaran :

 

  • Media cetak
  • Buku pegangan guru dan siswa SMA Kelas X, Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Jakarta: Erlangga.
  • Lembar Kerja Siswa (LKS), Muhajir, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
  • Buku permainan bulutangkis
  • Media elektronik
    • Audio/video visual teknik dasar permainan bulutangkis
    • Rekaman/cuplikan pertandingan bulutangkis
  1. F.            Penilaian
    1. 1.             Teknik dan Bentuk Penilaian
    2. a.             Tes Keterampilan (Psikomotor)

Lakukan teknik dasar sevis, smash dan underhand, unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan dan kecepatan melakukan gerakan (penilaian produk/prestasi).

  • Contoh penilaian proses teknik dasar permainan bulutangkis (Penilaian keterampilan kecabangan)

No

Nama Siswa

Servis

Smash

Underhanad

Jml

Nilai Proses

Nilai Produk

Nilai Akhir

1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ

1.

2.

3.

4.

5.

dsb

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI PROSES) : 12

Jumlah skor yang diperoleh

Penilaian Proses  =  —————————————– X  100%

Jumlah skor maksimal

  • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (servis, smash dan underhand) Shuttlecock dipukulkan ke tembok/dinding selama 30 detik.

Perolehan Nilai

Kriteria Pengskoran

Klasifikasi Nilai

Putera

Puteri

…… > 30 kali …… > 25 kali

100%

Sangat Baik
25 – 29 kali 20 – 24 kali

90%

Baik
20 – 24 kali 15 – 19 kali

80%

Cukup
15 – 19 kali 10 – 14 kali

70%

Kurang
…… < 15 kali …… < 10 kali

60%

Kurang Sekali
  • Contoh penilaian produk/prestasi teknik dasar (servis, smash dan underhand ) melewati net/jaring sebanyak 20 kali servis (Skor maksimal 20 X 5 = 100).

Perolehan Nilai

Kriteria Pengskoran

Klasifikasi Nilai

Putera

Puteri

…… > Angka 90 …… > Angka 80

100%

Sangat Baik
Angka 80 – 89 Angka 70 – 79

90%

Baik
Angka 70 – 79 Angka 60 – 69

80%

Cukup
Angka 60 – 69 Angka 50 – 59

70%

Kurang
…… < Angka 60 …… < Angka 50

60%

Kurang Sekali
  1. b.            Tes Sikap (Afektif)

Contoh penilaian afektif (Affective Behaviors)

Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama siswa melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri, dan sportivitas.

No

Nama Siswa

Aspek Sikap Yang Dinilai

Σ

NA

Kerjasama

Kejujuran

Menghargai

Semangat

Percaya diri

Sportivitas

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

1.

2.

3.

4.

5.

dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI SIKAP) : 18

Jumlah skor yang diperoleh

Penilaian Afektif  =  —————————————– X  100%

Jumlah skor maksimal

  1. c.             Tes Pengetahuan (Kognitif)

Contoh format penilaian pembelajaran teknik dasar permainan bulutangkis dengan metode resiprokal :

No.

Nama Siswa

Butir-butir Pertanyaan

Σ

NA

Soal No.1

Soal No.2

Soal No.3

Soal No.4

Soal No.5

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1.

2.

3.

4.

dst

JUMLAH SKOR MAKSIMAL (NILAI KOGNITIF) : 20

Jumlah skor yang diperoleh

Penilaian Kognitif  =  —————————————– X  100%

Jumlah skor maksimal

 

      Contoh Butir Pertanyaan

 

No

Butir Pertanyaan

1.

Sebutkan macam-macam teknik dasar servis permainan bulutangkis!

2.

Jelaskan teknik dasar smash pada permainan bulutangkis!

4.

Jelaskan cara melakukan pukulan underhand permainan bulutangkis!

 

  1. 2.             Rekapitulasi Penilaian

No.

Nama Siswa

Aspek Penilaian

Jumlah

Nilai Akhir

Kriteria

Psikomotor

Afektif

Kognitif

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

NIlai Rata-rata

Jumlah skor yang diperoleh

Nilai Akhir (NA)  =  —————————————–

Tiga Aspek Penilaian

Keterangan :

  • Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara                                = 91 – 100%
  • Mendapat nilai Baik, jika skor antara                              = 80 – 90%
  • Mendapat nilai Cukup, jika skor antara                          = 70 – 79%
  • Mendapat nilai Kurang, jika skor antara                         = 60 – 69%
  • Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara             = Kurang dari 60%

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Kediri, 30 April 2012

Guru PPL

 

 

 

                         Setyawan

NIM. 09.1.01.09.0451

 

‘FIVE MINUTES’ MENGUNCANG UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ( UNP KEDIRI )

Dengan selesainya penyelenggaraan Rektor Cup di UNP KEDIRI, para panitia dan jajaran BEM UNP KEDIRI berinisiatif mendatangkan grup band five minutes untuk memeriahkan penyerahan hadiah kepada para juara Rektor Cup, dan juga konser five minutes kali ini akan menjadi saksi dan bukti berakhirnya masa jabatan Presiden Mahasiswa Yakub Adi Prayoga, serta begitu banyaknya pengorbanan dan pengabdian yang telah dilakukan selama menjabat dari tahun 2009 sampai 2012 sekarang ini.
Konser five minutes yang berlangsung pada tanggal 1 april 2012 di UNP KEDIRI di buka oleh Pak Rektor Drs.H. Samari, MM , dan di lanjutkan dengan pembawaan lagu yang di nyayikan oleh Pak Drs.H. Setyo Harmono, Mpd ( Pembantu Rektor III ) dan Pak Sugito, Mpd ( Kepala Jurusan Penjaskesrek ) sebelum konser five minutes di mulai. Konser berjalan dengan tertib dan meriah, tanpa ada kerusuhan sama sekali.
Penonton yang hadir sekitar 5000 ribu orang, 70 % dari mahasiswa UNP KEDIRI 30 % dari luar, kebanyakan penonton adalah para remaja cewek, ada juga ‘fivers’ ( sebutan untuk fans five minutes ) yang datang dari situbondo Jawa Timur dan Tuban Jawa Timur.
Semoga dengan adanya acara – acara seperti ini akan menimbulkan pikiran positif yang lahir dari mahasiswa yang ada di UNP KEDIRI dan berdampak baik bagi kemajuan KAMPUS UNP KEDIRI.

By.Setyawan

CARA MENJAGA KEBUGARAN DAN DAYA TAHAN ATLIT

Menjaga kebugaran/daya tahan atlit sangat penting sekali, karena disamping untuk menunjang performa ketika maen/bertanding juga untuk menjaga daya tahan tubuh.jika daya tahan tubuh atlit bagus maka performa bertanding atlit bagus pula, caranya latihan fisik, dilakukan secara sistematis, terarah,dan terorganisir, latihan dilakukan 4 kali dalam semiggu pagi dan sore minimal, maximal latihan dilakukan setiap hari pagi dan sore, latihan meliputi lari, push up, back up, pull up, latihan beban dll. Intinya latihan harus mengarah pada pokok cabang olah raga atlit itu sendiri.

unp kediri

UNP KEDIRI Setyawan ( Penjaskesrek 3 c)

 

 

 

 

 

 

 

 

By.Setyawan

MAKALAH SEPAK BOLA

MAKALAH SEPAK BOLLA

Memenuhi tugas dari;
Pak Jarwo, S.Pd ( Dosen Sepak Bola di Univesitas Nusantara PGRI Kediri )

sutisport

Oleh ; Setyawan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
TAHUN AJARAN 2010/2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sepakbola adalah suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan sepakbola sering dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Saat ini perkembangan permainan sepakbola sangat pesat sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah sepakbola (SSB) yang didirikan. Tujuan dari permainan sepakbola adalah masing-masing regu atau kesebelasan yaitu berusaha menguasai bola, memasukan bola ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola.
Untuk bisa bermainan sepakbola dengan baik dan benar para pemain menguasai teknik-teknik dasar sepakbola. Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula.
Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada beberapa macam, seperti stop ball (menghentikan bola), shooting (menendang bola ke gawang), passing (mengumpan), heading (menyundul bola), dan dribbling (menggiring bola).

1.2 RUMUSAN MASALAH

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumuskan sebagai berikut :

a. Apa saja teknik dasar permainan sepakbolla ?
b. Apakah yang harus dilakukan pemain pemula?
c. Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa bermain sepakbolla dengan baik?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk menambah wawasan,pengetahuan, dan pengalaman penulis mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini. Disamping itu, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sepak Bolla.

BAB II
ISI

A. TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA

Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :

a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.

2. Teknik bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :

a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola.
3. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
a. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
b. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
c. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk
menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan
gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya
atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

B. JURUS PINTAR BERMAIN SEPAK BOLA

1. Karakteristik passing;
a. Waktu tempuh lebih cepat.
b. Perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para Pemain di lapangan relatif terjaga
c. Hemat tenaga.
2. Adapun karakteristik dribbling;
a. Waktu tempuh lebih lambat.
b. Terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain.
c. Boros tenaga.
3. Kapan passing dan kapan dribbling;
a. Utamakan passing; Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan.
b. Silakan dribbling; tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman!
c. Lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda.
d. Untuk striker:
• jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya.
• jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
4. Pemain belakang jangan banyak giring; Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
5. Alirkan terus bolanya; Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka;
a. mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan.
b. menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
6. Pergerakan tanpa bola (running);
a. Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan).
b. Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.

C. MENGUMPAN

1. Mengumpan dan menerima bola; yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola.
 Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring.
 Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.
2. Beberapa kesalahan dalam mengumpan;
a. Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan.
b. Umpan tidak akurat.
c. Mengumpan padahal waktunya menembak.
3. Jangan pernah asal tendang bola; (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).

4. Mengumpan tidak harus pas ke orangnya;
Contoh :
a. Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya.
b. Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut.
c. Umpan terobosan.
5. Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya;
a. Bisa langsung diarahkan pada teman.
b. Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu).
c. Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita).
6. Beberapa macam passing; umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang (crossing), dan umpan diagonal.

D. KUNCI MEMBANGUN TIM YANG KUAT

1. Kunci pertama; adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang.
2. Kunci kedua; tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.
3. Kunci ketiga; percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak.
4. Kunci keempat; disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih.
5. Kunci kelima; Anda harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.

E. BEKAL BERMAIN SEPAK BOLA

1. Keunggulan fisik, yang meliputi; ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan kecepatan (speed). Ketahanan berarti kita kuat bermain selama waktu yang cukup panjang tanpa tersengal-sengal alias kehabisan nafas (ketahanan aerobik) ataupun ngilu-ngilu (ketahanan otot). Kekuatan berarti otot-otot tubuh kita cukup kuat untuk menendang dengan keras, melempar bola cukup jauh, melakukan body charge dengan kuat, dan sebagainya. Adapun kecepatan bermakna kita bisa berlari dengan cepat (sprint) baik ketika membawa bola ataupun ketika tidak membawa bola.
2. Ketrampilan (skill); Yang disebut dengan skill disini terutama adalah fundamen (teknik-teknik dasar) sepakbola, yang meliputi mengumpan dan menerima (passing and receiving), menembak (shooting), mengontrol bola dengan berbagai anggota badan, melindungi bola, dan menggiring (dribbling).
3. Kita membutuhkan kerjasama (teamwork); Sebuah tim akan bermain dengan baik jika semua pemain saling bekerjasama dengan jalinan komunikasi yang baik. Tidak ada yang egois. Semuanya bermain untuk tim.
4. Taktik dan strategi yang baik; Jika dua tim sama-sama memiliki materi pemain yang kuat fisiknya, terampil mengolah bola, dan bisa bekerjasama, maka faktor strategi dan taktik akan menentukan tim mana yang akan menang. Tim yang bermain dengan strategi dan taktik yang lebih cerdas pastilah yang akan menang.
Dan selain keempat hal itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah mental yang positif. Semua pemain harus memiliki kepercayaan diri, optimisme dan semangat.
F. MENEKAN DAN DI TEKAN

1. Jangan biarkan tim lawan menguasai bola; Jika tim lawan memegang bola, lakukan pressing sesegera dan seketat mungkin. Begitu seorang pemain lawan diberi umpan, segera hampiri dan press! Tapi ingat, yang lainnya harus menutup kemungkinan pemain yang dipress tadi untuk melakukan passing kepada temannya. Jika yang lain tidak menutup, ya sama aja bohong. Kasihan dong teman kita yang melakukan pressing. Dia bakal sia-sia.
2. Bagaimana jika Anda di-press;
a. Berikan segera bolanya kepada teman Anda yang posisinya lebih bagus (yang tidak sedang di-press).
b. Giringlah bola terlebih dahulu ke ruang kosong yang ada untuk lepas dari press. Ambil visi, pikirkan secepat mungkin yang mesti Anda perbuat, dan segera lakukan.
c. Jika Anda hanya di-press 1 orang lawan dan Anda yakin bisa mengalahkannya, kalahkan dia. Tapi jika Anda tidak yakin, jangan memaksakan diri. Cari aman! Ingat juga: hindari berduel dengan cara ’gaprakan’. Itu gambling besar. Kalahkan dia dengan manuver yang cantik dan cerdas.
Catatan penting: Untuk tahap awal, lebih baik jika Anda melakukan langkah 1 & 2 diatas.

G.SEMUA MENYEBAR

1. Ketika bermain sepakbola, sadarilah bahwa Anda sedang bermain di lapangan sepakbola, bukan lapangan futsal. Manfaatkan luas lapangan. Ketika tim Anda memegang bola, berpencarlah diatas luas lapangan! Mengapa? Untuk mengurangi pressing tim lawan terhadap tim Anda. Tim Anda akan lebih leluasa untuk melakukan umpan-umpan dan mengontrol bola, juga punya waktu yang cukup untuk mengambil visi terhadap lapangan dan berpikir apa yang akan diperbuat terhadap bola.
2. Jangan bikin ruwet permainan akibat semua pemain ’ngruwel’ di sekitar bola. Jangan main sepakbola seperti anak-anak! Tahu bagaimana itu? Dimana ada bola disitu semua bergerombol. Kemana bola berhembus kesitu semua berebutan. Tahu nggak, sangat tidak enak untuk ditonton.
3. Kalau ada 1 pemain lawan membawa bola, paling banyak 2 orang saja yang berusaha melakukan pressing terhadapnya. Yang lainnya bergerak untuk menutup kemungkinan pemain lawan tersebut melakukan passing kepada teman-temannya. Ingat:TUTUP!

H. BERLARI TANPA BOLA

Dalam sepakbola, Anda tidak hanya bergerak dan berlari ketika membawa bola. Para pemain harus terus bergerak meski tidak sedang membawa bola. Inilah salah satu hal yang membedakan sepakbola anak-anak dengan sepakbola orang dewasa. Ini pula yang membedakan sepakbola orang dewasa yang ngerti sepakbola dengan orang dewasa yang seperti anak-anak. Namun perlu diingat, bergerak disini tidaklah asal bergerak atau asal berlari. Semuanya harus dilakukan dalam bingkai strategi dan taktik.
1. Berlari tanpa bola (run) ada dua macam ;
a. run untuk menciptakan ruang bagi yang lain. Lakukan run ini secara ‘berisik’ (terlihat) dan melewati depan lawan untuk menarik perhatiannya agar mengikuti Anda.
b. run untuk siap diberi umpan. Lakukan run ini secara ‘sunyi’ (tidak terlihat) agar tidak menarik perhatian lawan. Secara umum, jangan terlalu dini melakukan run ini agar lawan tidak sempat untuk mengantisipasinya.
Beberapa Catatan Seputar Umpan-mengumpan;
1. Perbandingan antara umpan bawah dan umpan lambung:
 Karakteristik umpan bawah;
a. Biasanya dilakukan dengan foot inside (kaki bagian dalam).
b. Akurasi lebih tinggi.
c. Untuk umpan jauh, waktu tempuh lebih lama, akibat gesekan bola dengan rumput.
d. Lebih mudah diterima (dikontrol).
e. Bisa dipotong lawan.
f. Bisa untuk umpan jauh, tetapi tidak bisa untuk umpan yang sangat jauh.
 Adapun karakteristik umpan lambung;
a. Dilakukan dengan foot instep (punggung kaki bagian dalam),
b. Akurasi lebih rendah, bola sering fifty-fifty,
c. Untuk umpan jauh, waktu tempuh lebih cepat,
d. Eebih sulit diterima (dikontrol),
e. Tidak bisa dipotong lawan,
f. Cocok untuk umpan yang sangat jauh.
2. Bagaimana mengumpan: Mengumpan tidak harus diarahkan persis ke kaki teman kita. Dalam mengumpan, bola juga bisa diarahkan ke ruang kosong di sekitar teman kita. Contohnya; jika teman kita sedang berlari, arahkan bola didepannya, sehingga semuanya berjalan lebih cepat.
3. Mengumpan balik dan mengumpan ke belakang: Lakukan umpan balik kepada pengumpan jika Anda di-press hebat sementara tidak ada teman lain yang lebih prospektif untuk Anda umpani. Tentu saja si pengumpan juga harus memungkinkan untuk Anda beri umpan balik (tidak sedang di-press). Jika tidak ada satupun yang bisa Anda beri umpan, termasuk mengumpan balik kepada pengumpan, maka Andalah yang harus berjuang keras untuk menyelamatkan bola.
Mengumpan ke belakang dilakukan jika densitas pemain lawan di daerah mereka sangat rapat sehingga tidak ada celah untuk menusuk ke depan. Dengan mengumpan ke belakang, beberapa dari pemain lawan akan terpancing meninggalkan daerah mereka sehingga terbukalah celah bagi kita untuk masuk ke depan.
4. Beberapa cara menerima bola:
a. Menghentikan bola.
b. Memantulkan ke ruang kosong.
c. Langsung diumpankan kepada teman.
d. Biarkan lewat dan kejar.
e. Biarkan lewat untuk teman.
5. Umpan dari kiper:
a. Tendangan langsung ke depan. Langsung kearah pertahanan lawan, hanya saja tidak menjamin penguasaan bola. Pada menit-menit terakhir, tim yang tertinggal hampir selalu memakai umpan kiper jenis ini.
b. emberikan bola kepada pemain belakang. Lebih menjamin penguasaan bola. Dilakukan kearah samping kiri atau kanan lapangan. Dilakukan jika ada pemain belakang yang kosong.

I. PELANGARAN DAN TENDANGAN BEBAS

1. Ada dua macam tendangan bebas :

a. Tendangan bebas langsung (direct free kick); Tendangan bebas langsung adalah tendangan bebas yang bisa langsung menjadi gol meskipun belum menyentuh pemain yang lain. Jika tendangan bebas langsung dilesakkan kedalam gawang lawan sebelum menyentuh pemain yang lain maka tim lawan mendapatkan tendangan gawang.

Tendangan bebas langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :
1. Menendang atau berusaha menendang lawan.
2. Mengganjal atau berusaha mengganjal lawan.
3. Menabrak lawan.
4. Memukul atau berusaha memukul lawan.
5. Mendorong lawan.
6. Melompat kepada lawan.
7. Menarik anggota tubuh atau pakaian lawan.
8. Membuat kontak dengan lawan sebelum menyentuh bola saat melakukan tackling.
9. Meludahi lawan.
10. Hand-ball.
Perlu diketahui, wasit bisa memutuskan tendangan penalti jika pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan didalam kotak penalti.
b. Tendangan bebas tidak langsung (indirect free kick; Sedangkan tendangan bebas tidak langsung hanya bisa menjadi gol jika terlebih dulu menyentuh pemain lain (termasuk kiper). Untuk menunjukkan bahwa tendangan bebas adalah tidak langsung, wasit harus mengangkat salah satu tangannya sampai bola ditendang.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :
1. Yang berlaku untuk semua pemain :
a. Cara bermain yang berbahaya – yakni membahayakan diri sendiri ataupun lawan – (seperti : menendang terlalu tinggi didekat lawan, menyundul bola yang terlalu rendah yang akan ditendang oleh lawan, dsb).
b. Menghalangi pergerakan lawan dengan badan, sementara ia jauh dari bola (lebih dari 3 feet).
c. Menghalangi kiper mengambil bola.
d. Ketika kartu kuning atau kartu merah diberikan, sementara wasit tidak memberikan tendangan bebas langsung.
2. Yang hanya berlaku untuk kiper :
a. Memegang bola lebih dari enam detik.
b. Memegang bola yang diumpan balik dengan kaki oleh teman sendiri (namun jika bola tersebut diumpan balik oleh teman tidak dengan kaki, boleh dipegang oleh kiper).
c. Memegang bola yang dilempar kedalam oleh teman sendiri.
d. Secara sengaja mengambil kembali bola yang telah dilepas.
2. Tentang hand-ball:
perlu diketahui bahwa bukanlah hand ball jika seorang pemain menyentuh bola karena ;
1. Secara refleks berusaha melindungi dirinya dari cedera, atau
2. Bukan dia yang menyentuh bola tetapi bola yang mengarah kepada dirinya sementara lengannya dalam keadaan pasif.

J. TIPS SINGKAT TENDANGAN POJOK

Tendangan pojok (corner kick, kadang juga disebut sepak pojok) merupakan salah satu jenis set piece (bola mati) dalam permainan sepakbola. Bisa dibilang tiga puluh persen gol tercipta dari tendangan pojok. Jika demikian, kita harus menaruh perhatian yang besar terhadap tendangan pojok, baik sebagai tim yang mendapatkan tendangan pojok ataupun sebagai tim yang bertahan dari tendangan pojok.
1. Tendangan pojok biasanya diterima dengan sundulan keras ke gawang lawan (attacking header). Bertahan dari tendangan pojok biasanya juga dilakukan dengan sundulan jauh ke arah depan samping menjauhi gawang (defensive header).
2. Tendangan pojok biasa dilakukan dengan bola lambung ke depan gawang. Jangan terlalu tinggi karena kiper pasti akan memenangkan bola karena ia boleh menggunakan tangannya.
3. Kadangkala, tendangan pojok bisa diarahkan ke tiang jauh gawang jika ada teman satu tim yang bersiaga disana.
4. Hendaknya ada satu atau dua orang teman yang berdiri bebas untuk mengantisipasi bola mental.
5. Bertahan dari tendangan pojok biasanya dilakukan dengan mengawal lawan satu persatu (man-to-man marking).
6. Bagi tim bertahan, hendaknya ada satu atau dua orang yang berdiri membantu kiper menjaga gawang.
7. Menghadapi tendangan pojok, kiper biasanya berdiri di bagian belakang gawang karena berlari kearah depan lebih mudah daripada berlari ke belakang.
Tendangan pojok juga bisa dilakukan dengan umpan pendek kepada teman satu tim, lalu biasanya dilanjutkan dengan umpan lambung langsung ke depan gawang.

K. PERATURAN SEPAK BOLA

Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah:
1: Lapangan sepak bola
2: Bola
3: Jumlah Pemain
4: Peralatan Pemain
5: Wasit yang mengatur pertandingan
6: Asisten wasit
7: Lama Permainan
8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
9: Cara Mendapatkan Angka
10: Offside
11: Pelanggaran
12: Tendangan bebas
13: Tendangan
14: Lemparan dalam
15: Tendangan gawang
Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola.

L. TAKTIK PERMAINAN

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:

1. 4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper)
2. 4-4-2 (dengan dua gelandang sayap)
3. 4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal)
4. 4-2-4 (2 sayap)
5. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal)
6. 4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker)
7. 4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker)
8. 4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah)
9. 4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker)
10. 4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah)
11. 4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker)
12. 3-4-3 (dengan winger)
13. 3-5-2 (dengan libero/sweeper)
14. 3-5-2 (tanpa libero/sweeper)
15. 3-6-1
16. 5-4-1
17. 5-3-2 ( 3 striker,2striker sayap, 3 gelandang , 2 bek )

Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.

M. OFISIAL

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai “wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya” (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti:
1. papan pengganti pemain.
2. meja dan kursi.

N. UKURAN LAPANGAN

1. Ukuran lapangan standar

a. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
b. Garis batas: garis selebar … cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; … m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
c. Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
d. Garis penalti: 11 m dari titik tengah garis gawang
e. Garis penalti kedua: … m dari titik tengah garis gawang
f. Zona pergantian: daerah … m (… m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
g. Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
h. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

O. UKURAN BOLA

1. Ukuran: 68-70 cm
2. Keliling: 100 cm
3. Berat: 410-450 gram
4. Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)

P. TIM

1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya  penjaga gawang
2. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
4. Jumlah wasit: 1
5. Jumlah hakim garis: 2-4
6. Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba

A. Perlengkapan Pemain
1. Kaos bernomor (sejak tahun 1954)
2. Kaos kaki
3. Pelindung tulang kering
4. Alas kaki bersolkan karet
5. Harus menggunakan sepatu bola

B. Lama Permainan
1. Lama normal: 2×45 menit
2. Lama istirahat: 15 menit
3. Lama perpanjangan waktu: 2×15 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu normal)
4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai.
5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit

C. Wasit Sebagai Pengukur Waktu Resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa

BAB III
PENUTUP

2.1 KESIMPULAN
Sebagai generasi muda kita wajib menjaga atau berjuang demi nama baik Bangsa, salah satu perjuangan yang bisa kita lakukan adalah mengharumkan nama Bangsa lewat prestasi olah raga. Di Indonesia banyak sekali cabang olah raga salah satunya sepak bola, saat ini sepak bola menjadi cabang olah raga yang sangat popular bukan di Indonesia saja tapi di seluruh belahan dunia. Pada dasarnya penulis ingin menyampaikan bagi pembaca tentang teknik-teknik dan belajar sepak bola yang benar.

2.2 SARAN

Waktu kita masih panjang untuk mengejar cita-cita jika kita mau berjuang keras, belajar dengan sunguh-sunguh pasti apa yang kita inginkan dapat tercapai. Sepak bola merupakan cabang olah raga yang sangat sulit jika tidak mau belajar atau latihan dengan terus menerus, teknik-teknik dasar yang harus di kuasai juga mental bermain yang sportif merupakan modal dasar bermain sepak bola.

jika ada salah kata mohon di maklumi, karena makalah ini masih jauh dari sempurna.

Sumber artikel dari internet dan penulis sendiri.

By.Setyawan

TEKNIK SENAM ROLL DEPAN

Olah raga roll depan sangat mudah dilakukan dan juga mengasyikan tapi dibalik itu semua jika dilakukan tanpa teknik yang benar maka akan membahayakan keselamatan kita. Berikut ini akan saya postingkan tata cara melakukan teknik roll depan yang mungkin anda butuh suatu saat nanti, atau ingin mempraktikkannya secara langsung, tapi bisa juga untuk pengetahuan saja.

Sebelum melakukan gerakan inti alangkah baiknya melakukan pemanasan dan pelemasan terlebih dahulu, ini untuk mengantisipasi terjadinya cidera. Bukan hanya olah raga roll saja yang menganjurkan pemanasan sebelum kegiatan inti tapi semua cabang olah raga juga wajib melakukan pemanasan sebelum melakukan kegiatan inti, keuntungan pemanasan sebelum olah raga adalah siapnya otot ketika sudah melakukan kegiatan inti, agar otot tidak kaku, detak jantung stabil, meningkatkan suhu tubuh, mencegah resiko cidera , dan agar lebih percaya diri.

Pada dasarnya pemanasan dan pelemasan harus dilakukan secara sistematis dan menjurus / mengarah  pada kegiatan inti.

  • Berikut uraian pemanasan ( streacing );
  1. Berdiri tegak kedua tangan di taruh di bawah dahi kemudian tarik keatas sampai kepala menghadap keatas.
  2. Kepala menunduk dengan kedua tangan di taruh diatas kepala kemudian di tekan kebawah.
  3. Kepala menoleh kesamping kiri kemudian telapak tangan kanan menekan dagu dan sebaliknya.
  4. Mematahkan leher ke arah kanan / kiri dan tangan kiri di atas kepala menarik dengan telapak tengan secara berlahan.
  5. Lengan kanan menyelinap ke tangan kiri / menyelinap di depan dada, kemudian tangan kiri menekan lengan kanan yang lurus di depan dada sampai otot bahu terasa tertarik.
  6. Lengan kanan di tekuk di belakang kepala kemudian tangan kiri menyentuh siku dan di tarik hingga otot bahu terasa  tertarik dan sebaliknya.
  7. Salah satu kaki di angkat ke atas dan ditekuk sambil ditahan dengan kedua tangan, dilakukan secara bergantian kanan kiri.
  8. Kaki di tekuk kebelakang dengan di tahan tangan, dilakukan secara bergantian kanan kiri.
  9. Kaki diagkat lurus kedepan dengan ditahan tangan, dilakukan secara bergantian kanan kiri.
  10. Posisi kuda – kuda kedua tangan memeggang kedua lutut sambil menekan, selanjutnya badan serong kanan dan kiri.
  • Uraian teknik roll depan;
  1. Langkah awal berdiri tegak, kaki rapat, tangan lurus ke atas dan pandangan kedepan.
  2. Guling depan dengan awalan tangan menyentuh matras dilanjutkan tengkuk, punggung, pinggul, dan kaki, ketika menguling kaki ditekuk dan berakhir kaki lurus dan rapat, pada saat mengguling rileks saja jangan kaku, ini akan mempermudah gerakan.
  3. Lagkah akhir berdiri sejenak pandangan kedepan dengan perlahan tangan di tarik ke atas lurus lalu turunkan lagi secara berlahan, ini untuk mengembalikan keseimbangan setelah melakukan roll.

Catatan ; setelah mempraktikan roll janganlah langsung duduk diam dan kaki di tekuk, saran penulis setelah mempraktikkan roll bisa jalan – jalan biasa agar detak jantung kembali normal barulah istirahat.

Begitulah seklumit pengalaman dari penulis jika ada ‘salah kata mohon di benarkan, saran dan kritik yang membangun selalu penulis nantikan. ˜

By. Setyawan